Selain pemahaman dasar terkait dengan peranan dan fungsi kincir air pada tambak udang, salah satu aspek lain yang yang cukup penting adalah terkait dengan tata letak kincir air pada tambak .
Secara sederhana tata letak kincir air dapat diartikan sebagai pengaturan kincir air yang menyangkut jumlah dan posisi arah kincir. Pada saat kincir air dioperasikan, putaran-putaran roda kincir air diharapkan mampu menghasilkan pusaran arus air yang dapat mengurangi perbedaan karakteristik kualitas air di dalam suatu tambak baik secara vertikal maupun horizontal.
Beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan tata letak kincir air pada suatu petakan tambak, antara lain adalah sebagai berikut:
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini
Subscribe in a reader
Artikel Terkait :
Beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan tata letak kincir air pada suatu petakan tambak, antara lain adalah sebagai berikut:
- Jumlah kincir air yang akan dipergunakan harus mempertimbangkan umur udang dan tingkat kepadatan populasi udang di dalam tambak. Pada saat usia benur (udang kecil) jumlah kincir yang digunakan biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan udang ukuran besar. Selain itu, pada petakan tambak dengan tingkat kepadatan udang yang tinggi memerlukan jumlah kincir air yang lebih banyak dibandingkan dengan petakan tambak yang tingkat kepadatan udangnya rendah. Pada kondisi tertentu jumlah kincir air dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan udang pada saat itu.
- Kombinasi dari posisi arah kincir air dalam jumlah tertentu pada suatu petakan tambak juga harus mampu menghasilkan pusaran air yang mampu mengarahkan kotoran dasar tambak ke arah sentral pembuangan air. Terkait dengan hal ini, maka penentuan posisi arah kincir yang benar akan dapat membantu dalam proses pembersihan dasar tambak. Posisi arah kincir air sangat tergantung dari desain dan konstruksi petakan tambak yang dipergunakan, sehingga letak dan arah kincir yang diterapkan dapat berbeda antar petakan tambak satu sama lain.
- Konstruksi tiang penyangga kincir air harus benar-benar kuat dan stabil, sehingga pada saat dioperasikan kincir air tidak menimbulkan masalah baru dalam proses budidaya udang.
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini
Artikel Terkait :
- Peran dan Fungsi Kincir Air Pada Tambak Udang
- Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
- Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
- Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
- Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
- Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
- Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
- Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
- Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
- Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
- Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
- Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
- Waspada Terhadap Musim Hujan
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
- Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
- Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak
0 komentar:
Posting Komentar