Ditinjau dari aspek biologi, udang memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan biota perairan lainnya. Beberapa sifat udang yang unik tersebut telah dijelaskan dalam pembahasan terdahulu (sebagai mahluk nocturnal dan sebagai mahluk fototaksis negatif). Salah satu sifat yang khas lainnya dari udang adalah sifat kanibalisme. Dalam pembahasan ini, kanibalisme pada udang dapat diartikan sebagai sifat untuk memangsa/memakan udang lainnya pada saat tertentu.
Pemahaman sifat kanibalisme pada udang erat kaitannya dengan program pemberian pakan dan tingkat keseragaman udang.
Kanibalisme pada udang biasanya akan muncul pada kondisi ketersediaan pakan di dalam perairan tambak yang dibutuhkan oleh udang sudah sangat minim jumlahnya. Pada kondisi ini proses pemangsaan/kanibalisme yang terjadi adalah sebagai berikut:
Kanibalisme pada udang biasanya akan muncul pada kondisi ketersediaan pakan di dalam perairan tambak yang dibutuhkan oleh udang sudah sangat minim jumlahnya. Pada kondisi ini proses pemangsaan/kanibalisme yang terjadi adalah sebagai berikut:
- Udang dengan kondisi normal akan memangsa udang yang lemah kondisinya
- Udang dengan ukuran lebih besar akan memangsa udang yang lebih kecil ukurannya
Kanibalisme pada udang bisa terjadi di suatu perairan tambak yang disebabkan oleh dua faktor utama yaitu; (1) program pemberian pakan yang diterapkan kurang memenuhi tingkat kebutuhan udang pada saat tertentu dan kondisi ini tidak segera diantisipasi, (2) tingkat keseragaman udang didalam perairan tambak tersebut sangat tinggi, sehingga ukuran udang sangat bervariasi antara yang besar dan yang kecil.
Sebagai akibat utama dari proses kanibalisme yang dilakukan oleh udang adalah terjadinya penurunan populasi udang di dalam perairan tambak. Akibat lainnya yang bisa saja ditimbulkan adalah terjadinya proses penularan penyakit jika udang yang dimangsa terinfeksi penyakit tersebut dikonsumsi udang lainnya. Pada kondisi perairan tambak dengan populasi awal sangat padat, proses kanibalisme antar udang yang tidak segera diantisipasi dapat pula menyebabkan nilai FCR (Food Conversion Ratio) yang tinggi. Kondisi ini secara tidak langsung akan menurunkan tingkat keuntungan finansial yang seharusnya bisa diperoleh.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan terjadinya kanibalisme antar udang, antara lain:
- Program pemberian pakan sebaiknya diterapkan dengan mengikuti tingkat kebutuhan udang berdasarkan hasil pengamatan yang cermat
- Pada periode awal budidaya udang, sebaiknya benur yang ditebar memiliki keseragaman yang relatif sama, sehingga pada proses pertumbuhannya tidak terdapat ukuran udang yang terlalu menyolok satu sama lain.
- Amati saluran pencernaan udang dan tinja udang secara rutin untuk mendeteksi secara awal terjadinya proses kanibalisme yang telah terjadi dan akan terjadi
Mengacu pada uraian tersebut di atas, maka bagi para pelaku usaha budidaya terutama teknisi budidaya sebaiknya memahami sifat kanibalisme antar udang sebagai ubaya menghindari terjadinya permasalahan yang lebih serius baik secara teknis maupun keuntungan finansial.
Baca artikel ini dalam versi English; Beware to Cannibalism among Shrimps
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini
Subscribe in a reader
Artikel Terkait :
- Udang Memiliki Sifat Fototaksis Negatif
- Udang adalah Makhluk Nocturnal
- Ekor Gripis Pada Udang
- Udang Berlumut
- Konsep Size dan Kualitas Udang Dalam Menentukan Harga
- Kita Mengikuti Udang Bukan Udang Menuruti Kita !
- Sayangilah Udang Anda
- Mengapa Udang Convoy ?
- Kriteria Kualitas Benur
- Mengenal Kondisi Udang
0 komentar:
Posting Komentar